• Edi Junaedi, S.Pd.I
  • Agama
  • 2021-10-05 10:42:19
Pengertian Akhlaq, Dalil dan Ruang Lingkup AKhlaq

Pengertian Akhlak dalam Islam Beserta Dalil-dalilnya, dan Ruang Lingkupnya

Akhlak yang baik merupakan akhlak yang wajib dimiliki setiap diri kita karena jika individu memiliki akhlak yang baik maka kehidupan kita senantiasa akan baik pula.

Berbicara mengenai akhlak, akhir-akhir ini banyak kejadian yang menunjukkan kurangnya pendidikan akhlak didalam hal tersebut. Contohnya, ada seorang murid yang melawan gurunya, anak yang melawan orang tuanya sendiri, pemuda-pemudi yang mengumbarkan auratnya dimedia social, dan lain sebagainya. Agar terhindar dari hal-hal tersebut maka kita harus memahami hakekat dari pengertian akhlak itu sendiri. sehingga kita dapat menyadari pentingnya akhlak dalam kehidupan kita. dan jika kita memiliki akhlak yang baik maka inshaAllah kita tidak menimbulkan keburukan ataupun kerusakan dalam hidup kita.

Sejatinya islam telah mengajarkan akhlak yang baik terhadap kita baik secara pribadi maupun secara bersosial, bahkan Allah telah mengutus seorang Nabi yaitu Nabi Muhammad SAW untuk menjadi suri tauladan kita dalam berakhlak. Islam selalu mengajarkan untuk berbuat baik dan mengharamkan untuk berbuat keburukan sesuai dengan al-quran dan hadits.

Maka dari itu, kita sebagai umat muslim harus benar-benar memahami tentang akhlaq yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, sehingga akhlaq tersebut melekat dalam diri kita.

Pengertian Akhlak

Kata akhlak berasal dari bahasa arab yaitu Alkhuluq yang berarti tabiat, perangai, tingkah laku, kebiasaan, kelakuan. Menurut istilahnya, akhlak ialah sifat yang tertanam di dalam diri seorang manusia yang bisa mengeluarkan sesuatu dengan senang dan mudah tanpa adanya suatu pemikiran dan paksaan.

Dari pengertian akhlak diatas, Seseorang dapat dikatakan bahwa dia berakhlak jika hal tersebut timbul dengan dirinya sendiri yang didukung oleh motivasinya tanpa ada unsur paksaan dan pertimbangan yang panjang. Apabila suatu perbuatan dilandasi dengan keterpaksaan maka hal tersebut tidak bisa dikatakan berakhlak. Berkaitan dengan akhlak, terdapat ilmu akhlak yaitu suatu ilmu yang sistematik tentang tabiat dari pengertian baik buruk, seharusnya benar, salah dan sebagainya tentang prinsip umum dan dapat diterapkan terhadap sesuatu. Adapun pendidikan akhlak adalah mendidik seseorang untuk berakhlak (baik) dengan membiasakan seseorang untuk bersifat baik dan mulia. Seperti jujur, ikhlas, suka bekerja, bersih, berani mengatakan kebenaran, bergantung pada diri sendiri, dan lain sebagainya.

Dalil-dalil yang berkenaan dengan akhlak

Dalam alquran surat alqolam ayat 4 yaitu

 “Dan Sesungguhnya Kamu (Muhammad) Benar Benar Berbudi Pekerti Yang Agung”

Dari ayat diatas dapat kita simpulkan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan suri tauladan yang paling baik dalam berakhlak yang baik. Karena akhlak yang baik tidak cukup apabila dipelajari hanya dengan membaca namun dibutuhkan juga seseorang yang menjadi teladan sehingga kita terdorong atau menjadi motivasi kita untuk berbuat yang baik. Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia ini untuk memperbaiki dan menyempurnakan akhlak. Rasulullah SAW bersabda:

 “Sesungguhnya Aku Diutus Untuk Menyempurnakan Akhlak Yang Benar”

Dan didalam hadits yang lain, kita diperintahkan untuk berakhlak yang baik sesama manusia lainnya. Rasulullah SAW bersabda:

 “ Bertaqwalah Kepada Allah Dimanapun Kamu Berada Dan Sertailah Kejelekan Dengan Suatu Kebaikan (Niscaya) Akan Menghapusnya Dan Pergaulilah Manusia Dengan Akhlak Yang Baik. (H.R. Tirmidzi)

Sudah sangat jelas sekali, bahwa perintah untuk berakhlak yang baik adalah kewajiban bagi kita. Maka kita harus menanamkan akhlak yang baik bahkan sejak dini. Dan salah satu ciri seorang mukmin yang sempurna imannya adalah yang berakhlak yang baik/mulia.

Ruang Lingkup Akhlak

Akhlak Pribadi

Yang paling dekat dengan seseorang adalah dirinya sendiri, maka hendaknya seseorang tersebut menyadari dirinya sendiri, karena dengan sadar kepada diri sendirlah, dapat menyempurnakan akhlak yang utama dan budi pekerti yang mulia.

Manusia terdiri dari jasmani dan rohani. Manusia juga terlahir dengan fitrahnya masing-masing. Dengan semuanya itu manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dan dimanapun manusia berada, pastinya melakukan perbuatan, baik perbuatan baik ataupun buruk.

Yang hendak dikendalikan setiap orang adalah hatinya. Jika setiap orang dapat menguasai hatinya maka dapatlah ia menjadi orang yang berakhlak baik. Tegasnya baik buruknya suatu perbuatan kepada tindakan hatinya. Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda yang artinya

“dan ketahuilah bahwasanya, didalam tubuh itu ada segumpal daging yang apabila baik, maka baik pula amalnya, dan apabila buruk, maka buruk pula amalnya, dan ketahuilah bahwa ia adalah hati.”

Pengertian Akhlak berkeluarga

Akhlak ini meliputi kewajiban orang tua, anak, dan karib kerabat. Kewajiban orang tua terhadap anak, dalam islam mengarahkan para orang tua dan pendidik untuk memperhatikan anak-anak secara sempurna, dengan ajaran-ajaran yang bijak. Seorang anak haruslah mencintai kedua orang tuanya karena mereka lebih berhak dari segala manusia lainnya untuk engkau cintai, taati dan hormati. Karena keduanya memelihara, mnegasuh, mendidik, dan menyekolahkan kamu, mencintai dengan ikhlas agar kamu menjadi seorang yang baik, berguna dalam masyarakat, berbahagia dunia dan akhirat.

Pengertian Akhlak Bermasyarakat

Seorang tetangga akan ikut bersyukur jika orang tua kita bergembira dan ikut susah jika orang tua kita susah, mereka menolong, dan bersama-sama mencari kemanfaatan dan menolak kemudhorotan, orang tua kita cinta dan hormat kepada mereka maka wajib atas kita juga untuk cinta dan hormat kepada tetangga kita.

Pendidikan kesusilaaa/akhlak tidak dapat terlepas dari pendidikan sosial kemasyarakatan. Sejak dahulu manusia tidak dapat hidup sendiri-sendiri dan terpisah satu sama lain, tapi berkelompok-kelompok, bantu-membantu, saling membutuhkan dan saling mempengaruhi ini merupakan yang disebut masyarakat.

Pengertian Akhlak Bernegara

Mereka yang sebangsa dengan kita adalah warga masyarakat yang berbahasa yang sama dengan kita, tidak segan berkorban untuk kemuliaan tanah air kita. Kita hidup bersama mereka dengan nasib dan penanggungan yang sama. Dan ketahuilah bahwa kita semua adalah salah seorang dari mereka dan kita akan timbul dan tenggelam bersama meraka.

Pengertian Akhlak Beragama

Akhlak ini merupakan akhlak atau kewajiban manusia terhadap Tuhannya, karena itulah ruang lingkup akhlak sangat luas mencakup seluruh aspek kehidupan, baik secara vertical dengan Tuhan, maupun secara horizontal dengan sesama makhluk Tuhan.

Akhlakul karimah (akhlak yang mulia) dalam kehidupan kita

Jika setiap individu memegang teguh agama islam maka dia akan hidup dengan kehidupan yang bahagia, sehat, terjaga kehormatannya, dengan menjauhi segala laranganNya dan mengikuti segala perintahNya dalam bekerja, berusaha dalam mencari rizki, jujur dalam perkataan, menjaga amanat baik harta maupun janji apabila ia berjanji, selalu bersabar dalam setiap musibah, berbakti kepada orang tua dan kerabatnya, lemah lembut dan kasih saying terhadap yang lemah, rendah hati dalam segala hal, bersifat adil dalam bermuamalah dengan yang lainnya, tidak sombong, menginfakkan hartanya dijalan Allah. Dalam surat An-Nahl ayat 97, Allah berfirman:

 “Barang Siapa Yang Mengerjakan Amal Saleh, Baik Laki-Laki Maupun Perempuan Dalam Keadaan Beriman, Maka Sesungguhnya Akan Kami Berikan Kepadanya Kehidupan Yang Baik Dan Sesungguhnya Akan Kami Beri Balasan Kepada Mereka Dengan Pahala Yang Lebih Baik Dari Apa Yang Telah Mereka Kerjakan.”

Semoga kita semua selalu diselimuti dengan akhlak yang mulia dan selalu di kelilingi dengan orang-orang yang berakhlak mulia sehingga menjadi motivasi terhadap kita untuk selalu berakhlak yang mulia. Aamiin.

Add comment

Jl.Lingkar Utara Bekasi Kel. Perwira Kec. Bekasi Utara (sebelah BSI Kaliabang) Raya Bekasi KM.27 Pondok Ungu

Email : admin@smktarunabangsa.sch.id

Pengumuman

Kategori Berita

© 2022 Yayasan Pendidikan Nasional Taruna Bangsa. All Rights Reserved.