• Elis Vita Aries Santhi, S.Si.
  • Sains
  • 2021-09-24 12:26:12
Korosi Pada Kapal dan Penanggulangannya

Sebagian besar kontruksi kapal terbuat dari pelat baja. Pelat baja untuk bangunan kapal memiliki resiko kerusakan akibat terjadinya korosi. Menurut berbagai sumber pengertian korosi adalah reaksi antara logam dengan zat-zat disekitarnya seperti udara atau air sehingga menimbulkan senyawa baru. Munculnya senyawa baru tersebut biasa disebut dengan pengkaratan yaitu munculnya zat padat berwarna merah kecoklatan yang bersifat rapuh dan berpori. Korosi pada kontruksi kapal baja yang diakibatkan air laut dapat mengakibatkan menurunnya kekuatan kontruksi dan umur dari kapal, sehingga mengurangi jaminan keselamatan muatan dan penumpang kapal. Untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat korosi pada kontruksi kapal akibat air laut maka diperlukan perlindungan korosi pada pelat kapal antara lain dengan cara menggunakan cat kapal dan penggunaan zinc anode pada bagian kontruksi kapal yang tercelup air laut.

Sumber: www.pexels.com

 

Mengutip dari National Association of Corrosion Engineers (NACE International), menurut buku yang ditulis oleh Fontana dan Greene pada tahun 1967 ada 8 jenis korosi dan cara yang penangulangan korosi pada kapal yang dapat anda lakukan :

1. Uniform Attack (Korosi Seragam)

Biasanya ditandai dengan reaksi kimia atau elektrokimia yang berlangsung secara seragam di seluruh permukaan yang terbuka atau di area yang luas. Reaksi kimia terjadi karena pH air yang rendah dan udara yang lembab, sehingga makin lama pelat baja makin menipis. Korosi jenis ini bisa dicegah dengan cara diantaranya, pemilihan material pelat baja yang tepat beserta pelapisannya (coating), diberi lapis lindung yang mengandung inhibitor dan perlindungan katodik (cathodic protection).

2. Galvanic or Two-Metal Corrosion (Korosi Galvanis)

Korosi ini terjadi karena adanya 2 logam yang berbeda dalam satu elektrolit sehingga logam yang bersifat lebih anodik akan terkorosi

3. Crevice Corrosion (Korosi Celah)

Korosi yang terjadi pada logam yang berdempetan dengan logam lain dan diantaranya terdapat celah yang dapat menahan kotoran dan air sehingga terdapat  kosentrasi oksigen. Jenis korosi ini biasanya disebabkan oleh lubang yang kecil, dan celah-celah di bawah kepala baut dan paku keling.

4. Pitting Corrosion (Korosi Lubang)

Korosi ini menimbulkan lubang yang terlokalisir pada permukaan logam. Lubang-lubang ini mungkin berdiameter kecil atau besar, tetapi dalam kebanyakan kasus mereka relatif kecil. Lubang terkadang terisolasi atau sangat berdekatan sehingga terlihat seperti permukaan kasar. Umumnya lubang dapat digambarkan sebagai rongga atau lubang dengan diameter permukaan hampir sama. Pitting adalah salah satu bentuk korosi yang paling merusak dan berbahaya.

5. Intergranular Corrosion

Intergranular adalah korosi terlokalisasi dalam daerah yang sempit dan terjadi di batas butir. Logam merupakan susunan butiran-butiran kristal seperti butiran pasir yang menyusun batu pasir. Butiran-butiran tersebut saling terikat yang kemudian membentuk mikrostruktur. Adanya korosi menyebabkan butiran menjadi lemah terutama di batas butir sehingga logam kehilangan kekuatan.

6. Selective leaching

Merupakan proses menghilangkan satu elemen dari solid alloy dengan proses korosi.

7. Erosion Corrosion

Korosi erosi adalah percepatan tingkat kerusakan atau serangan pada logam karena gerakan relatif antara cairan korosif dan permukaan logam. Umumnya gerakan ini cukup cepat, dan berkaitan dengan abrasi Korosi yang terjadi karena gesekan antara cairan yang korosif pada pemukaan logam ataupun karena aliran fluida yang sangat deras yang dapat mengikis lapisan pelindung atau aus pada logam.  Korosi ini biasanya terjadi pada bagian pipa dan propeller.

8. Stress-corrosion cracking

Mekanisme korosi tegangan terjadi akibat adanya hubungan dari 3 faktor komponen, yaitu bahan rentan terhadap korosi, adanya larutan elektrolit (lingkungan) dan adanya tegangan. Sebagai contoh, tembaga rentan terhadap senyawa amonia, baja ringan rentan terhadap larutan alkali dan baja tahan karat rentan terhadap klorida.

Selama kapal beroperasi berlayar di lautan, kapal membutuhkan perlindungan dari lingkungan yang korosif dan organisme laut yang dapat menempel dan mengotori lambung kapal. Korosi pada kontruksi kapal baja dapat mengakibatkan menurunnya kekuatan kontruksi dan umur dari kapal, sehingga mengurangi jaminan keselamatan muatan dan penumpang kapal. Selain itu organisme laut seperti lumut ataupun teritip dapat membuat permukaan lambung kapal menjadi kasar dan hambatan kapal pada saat berlayar akan meningkat sehingga kecepatan kapal pada saat berlayar lebih lambat atau peningkatan konsumsi bahan bakar untuk mempertahankan kecepatan yang sama.

Untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat korosi dan organisme laut pada kontruksi kapal akibat air laut maka diperlukan perlindungan pada pelat kapal antara lain dengan cara menggunakan cat kapal pada bagian kontruksi kapal yang tercelup air laut. Pengecatan di kapal dilakukan pada sebagian besar bagian kapal yang terpapar oleh air laut. Pada dasarnya pengecatan pada bagian luar kontruksi kapal dibagi menjadi tiga area diantaranya:

  1. Di bawah garis air (water line), dimana pelat lambung kapal terus menerus tercelup dalam air laut.
  2. Di bagian garis air dan bagian atas garis air yang tidak terus menerus tercelup air dan banyak terkena abrasi air laut (bottop).
  3. Bagian topsides dan superstructure yang terkena udara yang bercampur dengan air laut ataupun akibat dari penanganan muatan kapal.

Sumber: www.nace.org

Untuk pengecatan  kapal  bangunan  baru meliputi pengecatan  keseluruhan  badan  kapal  dari  haluan hingga  buritan  termasuk  sistem  dalam  kapal. Sedangkan pengecatan perbaikan atau perawatan kapal, hanya pada bagian tertentu yang sesuai dengan peraturan harus dilakukan pengecatan kembali setelah beberapa waktu. Berikut adalah tahapan dari pengecatan pada kapal diantaranya:

1.Cat dasar/Primer coat

Cat dasar/Primer coat merupakan lapisan cat yang memiliki daya lekat pada permukaan dan memberikan perlindungan yang baik untuk permukaan besi agar tidak berkarat. Cat ini merupakan komposisi yang berimbang artinya dapat berfungsi sebagai dasar cat dan anti karat, serta mempunyai daya lekat dengan lapisan cat berikutnya.

2. Cat tengah/Intermediate coat

Cat tengah/Intermediate coat merupakan lapisan cat untuk menciptakan ketebalan tertentu agar kedap air. Cat tengah harus dapat melekat dengan baik pada lapisan primer.

3. Cat akhir /Topcoat/ Finish coat

Cat akhir /Topcoat/ Finish coat mempunyai tujuan sebagai pelindung paling luar terhadap lingkungan seperti mencegah binatang laut agar tidak menempel.

Dalam pengecatan kapal digunakan beberapa jenis cat diantaranya:

1.Anti-Corrosion

Anti-Corrosion merupakan cat primer dengan basis resin yang dapat mencegah resapan air laut masuk menembus bidang besi atau kayu. Cat anti-corrosion ini merupakan cat kapal yang dipergunakan untuk bagian bawah lambung kapal. Setelah melakukan pengecatan menggunakan cat anti-corrosion selanjutnya menggunakan Intermediate coat.

2. Intermediate Coat

Intermediate Coat merupakan cat antara yang dipakai untuk mengecat bagian lambung kapal. Intermediate Coat ini dapat melindungi lambung kapal dari resapan air laut, disamping fungsinya sebagai penebal cat.

3. Anti-Fouling

Anti-Fouling merupakan salah satu cat kapal yang dipergunakan untuk bagian bawah lambung kapal. Cat Anti-Fouling ini mengandung bahan yang dapat menolak lumut, tiram atau binatang laut lainnya sehingga lambung bagian bawah kapal menjadi bersih dari kontaminasi binatang laut dan lumut. Cat ini  dipergunakan  pada  bagian kapal pada antara lunas sampai dengan garis air. Dimana  pada  bagian  ini  selalu  tercelup  air  dan sangat mungkin ditempel binatang laut.

4. Bottop Coat

Bottop Coat merupakan cat yang digunakan setelah cat anti-corrosion, dimana cat ini dipergunakan pada di bagian garis air dan bagian atas garis air yang tidak terus menerus tercelup air dan banyak terkena abrasi air laut

5. Top Side Coat

Top Side Coat merupakan cat khir yang dipakai untuk mengecat bagian atas kontruksi kapal dan warnanya harus sesuai dengan warna desain kapal. Top Side Coat ini mempunyai bahan yang tahan terhadap cuaca.

6. Deck paint

Deck paint adalah cat yang digunakan untuk pengecetan pada bagian deck kapal.

 

Sumber: Docking.Id Blog

Add comment

Jl. Kali Abang Tengah, Perwira, Kec. Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat 17122

Email : admin@smktarunabangsa.sch.id

Pengumuman

Kategori Berita

© 2022 SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi. All Rights Reserved.