• Elis Vita Aries Santhi, S.Si.
  • Sains
  • 2022-02-14 15:45:34
Apakah Bentuk Atom Persis Seperti Kacang Atom?

Sobat Nasa semua, kali ini materi kimia yang akan kita bahas tentang bentuk atom berdasarkan perkembangan model atom, yaitu model Dalton, model Thomson, model Rutherford, model Bohr, dan model mekanika kuantum atau model modern.

Teori mengenai Atom itu pertama kali dikemukakan oleh Dalton pada tahun 1803, meskipun sebenarnya konsep dasar atom sudah diperkenalkan oleh Democritus pada awal abad ke-4 sebelum Masehi. Democritus menyatakan bahwa jika suatu materi dibagi menjadi bagian yang lebih kecil kemudian terus dibagi lagi maka akan sampai pada suatu saat di mana didapat bagian yang sangat kecil yang tidak dapat dihancurkan atau dibagi lagi yang disebut atom (‘atomos’ dalam bahasa Yunani yang artinya ‘tak terbagi’). Kemudian teori ini terus dikembangkan hingga saat ini diketahui ada 5 model yang telah dikemukakan para ahli, yang juga disebut model atom.

Untuk lebih detail dan lengkapnya, berikut 5 modelnya guys!

Model Atom Dalton

Pada tahun 1803, seorang ilmuwan asal Inggris yaitu John Dalton menggambarkan atom sebagai bola pejal yang tidak bermuatan yang bersifat identik, sehingga setiap unsur kimia memiliki atom yang berbeda juga. Tidak hanya itu, menurut Dalton, atom merupakan bagian terkecil yang tidak dapat dibagi lagi.

Dalton juga berpendapat bahwa atom tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, reaksi kimia hanya dapat menggabungkan, memisahkan atau penyusunan kembali atom-atom.

Model atom ini pun dikenal sebagai model atom yang paling sederhana, namun masih memiliki kelemahan yaitu, teori ini belum bisa menjelaskan mengapa suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik.

Model Atom Thomson

Gambar 1. Model Atom Thomson

Barulah kemudian pada tahun 1897, seorang ilmuwan bernama JJ Thomson mengemukakan model atom lainnya. Thomson menggambarkan atom sebagai Roti kismis, dimana menurutnya atom memiliki muatan yaitu muatan positif (proton) dan juga negatif (elektron).

Di antara kedua muatan memiliki jumlah yang sama. Hal ini Ia simpulkan setelah melakukan percobaan pada sinar katoda.

Namun, meskipun begitu, model atom ini tetap memiliki kelemahan yaitu model atom Thomson ini belum bisa menjelaskan mengenai susunan dari muatan-muatan atom tersebut.

Model Atom Rutherford

Pada tahun 1911, seorang ilmuwan yang bernama Ernest Rutherford, mengungkapkan model atom lainya setelah melakukan percobaan sinar alpha pada lempeng emas.

Melalui percobaan ini, Rutherford berhasil menemukan bahwa atom bukan berbentuk bola pejal, melainkan atom memiliki lintasan, yaitu elektron atau muatan negatif yang mengelilingi inti atom dan juga proton atau atom bermuatan positif.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa atom terdiri dari inti atom atau neutron yang bermuatan positif atau proton dan dikelilingi oleh elektron atau muatan negatifnya.

Meskipun begitu, model atom ini masih memiliki kelemahan yaitu belum bisa menjelaskan mengenai mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom, yang tidak sesuai dengan teori elektromagnetik.

Dimana jika elektron mengitari neutron dengan memancarkan energi maka perlahan-lahan energi itu akan berkurang dan lintasan akan semakin mendekat ke arah neutron hingga jatuh ke neutron.

Gambar 2. Model Atom Rutherford

Model Atom Bohr

Beberapa tahun setelahnya, yaitu 1913, seorang ilmuwan bernama Niels Bohr berhasil menjawab kelemahan dari model atom Rutherford. Bohr mengungkapkan bahwa atom memiliki inti atom dan muatannya, dimana elektron berputar mengelilingi inti atom pada orbitnya dengan memiliki tingkat energi tertentu yang kemudian dikenal sebagai kulit atom.

Tingkat energi paling rendah berada pada tingkat kulit paling dalam atau paling dekat dengan inti, sementara tingkat energi paling tinggi berada pada tingkat kulit paling luar, atau paling jauh dari inti. Hal ini sekaligus menjawab kelemahan model atom Rutherford, bahwa pergerakan elektron mengelilingi inti tidak memancarkan energi.

Gambar 3. Model Atom Bohr

Selain itu menurut Bohr, elektron dapat berpindah lintasan di mana berpindah ke lintasan dari tinggi ke rendah menyebabkan adanya pancaran energi, dan perpindahan ke lintasan dari rendah ke tinggi menyebabkan adanya penyerapan energi.

Meskipun berhasil menyempurnakan dari model atom Rutherford. Namun, model atom ini dianggap masih memiliki kelemahan karena dianggap belum bisa menjelaskan dalam kasus spektrum elemen yang lebih kompleks.

Model Atom Mekanika Kuantum

Kemudian pada tahun 1926, seorang ilmuwan bernama Erwin Schrodinger bahwa kulit bukan merupakan kedudukan yang pasti dari sebuah elektron, dimana sebelumnya Erwin Schrodinger juga turut mengembangkan teori mekanika kuantum yang dinamakan prinsip ketidakpastian yang berbunyi,

“Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom.”

Dimana tempat kebolehjadian yang dimaksud itu adalah awan elektron di sekitar inti atom, dan orbital menggambarkan tingkat energi elektron. Orbital yang memiliki tingkat energi yang sama akan membentuk sub kulit.

Atau secara sederhana bisa dikatakan bahwa kulit terdiri dari beberapa sub kulit, dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. Terdapat 4 (empat) jenis orbital yaitu s, p, d, f. Model ini juga dikenal sebagai model modern.

Kurang lebih itu, ya guys, model-model yang telah dikemukakan oleh para ahli, dan sampai saat ini belum ada teori yang mutlak mengenai atom, teori-teori ini masih dikembangkan, dan juga disempurnakan. Lalu untuk lebih memudahkan dalam memahami struktur atom, coba simak link video kedua yang sudah di share.. Jangan lupa di-like videonya yaa.. Kalau sudah menyimak vdeonya, beri komentar ya apakah sama bentuk atom seperti kacang atom? =)

Video Terkait:



Add comment

Jl.Lingkar Utara Bekasi Kel. Perwira Kec. Bekasi Utara (sebelah BSI Kaliabang) Raya Bekasi KM.27 Pondok Ungu

Email : admin@smktarunabangsa.sch.id

Email : ppdb@smktarunabangsa.sch.id

Telepon : 02188981163

Whatsapp : 081319136558

Pengumuman

Kategori Berita

© 2022 SMK Taruna Bangsa Bekasi. All Rights Reserved.